BRMP Hortikultura Dukung Pengembanganan Produk Olahan Unggulan Melalui Bimtek Pascapanen Pisang
Brebes, 22 Oktober 2026 — BRMP Hortikultura menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pascapanen Pisang dan Diversifikasi Olahan Pisang di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan keterampilan petani serta mendorong pengembangan produk olahan pisang bernilai tambah.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat BRMP Hortikultura, Dr. Inti Pertiwi, S.P., M.Si., dan turut dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Brebes, Hendrik Adikusworo, S.Pt., M.Pt., bersama puluhan petani, penyuluh pertanian lapangan, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Salem.
Dalam arahannya, Kepala Pusat BRMP Hortikultura menekankan pentingnya penerapan teknologi pascapanen serta penyebarluasan pengetahuan antarpetani. Ia menyampaikan bahwa sekitar 150 petani telah mendapatkan bimbingan teknis dengan berbagai materi, mulai dari budi daya, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), hingga penanganan pascapanen pisang. Ia berharap ilmu yang diperoleh tidak hanya diterapkan oleh peserta, tetapi juga dibagikan kepada petani lainnya agar manfaat kegiatan dapat dirasakan secara lebih luas.
Sementara itu, kehadiran Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Brebes menunjukkan dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan komoditas unggulan lokal, khususnya Pisang Lampeneng. Melalui peningkatan keterampilan petani dan pengembangan produk olahan, komoditas ini diharapkan memiliki nilai tambah serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Bimtek menghadirkan narasumber dari BRMP Buah Tropika, yaitu Nofiarli, S.TP., M.P., dan Iil Rohani. Materi yang disampaikan mencakup teknologi penanganan pascapanen pisang, mulai dari penentuan kriteria panen, pemeraman, penyimpanan, hingga sortasi. Penerapan teknologi tersebut diharapkan mampu mengurangi kehilangan hasil, mempertahankan mutu buah, serta meningkatkan nilai jual pisang.
Tidak hanya mendapatkan materi, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan lima produk inovatif berbahan dasar Pisang Lampeneng, yaitu nasi goreng pisang, keripik pisang, dodol pisang, brownies pisang, dan selai pisang. Peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan praktik, terutama pembuatan keripik dan brownies pisang yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk unggulan UMKM di Kabupaten Brebes.
Melalui sinergi antara BRMP Hortikultura, BRMP Buah Tropika, dan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Brebes, kegiatan ini diharapkan mampu mempercepat penerapan teknologi pascapanen, memperluas diversifikasi produk olahan Pisang Lampeneng, serta meningkatkan daya saing produk lokal dan pendapatan petani secara berkelanjutan.(MA)